Selasa, 07 Juni 2022

PENDIDIKAN KELUARGA

 

Implementasi Pola Asuh Orang Tua Demokratis Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini

 

Pola asuh anak merupakan suatu proses yang ditujukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa. Sedangkan Pola Asuh Orang Tua ialah suatu proses interaksi antara orang tua dan anak, yang meliputi kegiatan seperti mendidik, membimbing serta mendisplinkan dalam mencapai proses kedewasaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pada pola asuh yang akan dibahas dalam tulisan singkat ini, disini orang tua memegang peranan utama dan pertama bagi pendidikan anak, mengasuh, membesarkan dan mendidik anak merupakan tugas mulia bagi setiap orang tua. Jika orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama ini kurang berhasil meletakan dasar kemandirian maka akan sangat besar harapan kepada pihak sekolah untuk mampu membentuk siswa atau anak menjadi mandiri.

Untuk itu, orang tua harus memasuki dunia anak-anak untuk memahami dan mengenal siapa diri mereka. Dengan begitu, orang tua juga akan lebih dalam untuk mengetahui dan menghargai kelebihan serta kekurangan bagi anak mereka. Dan orang tua juga perlu memahami dan mengenal dunia anak mereka untuk mengembangkan pola asuh yang demokratis.

Pola asuh demokratis dapat membuat antara orangtua dan anak saling menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan pada dirinya. Pada pola asuh demokratis ini orang tua lebih cenderung memprioritaskan kepentingan anak, namun meskipun begitu orang tua tetap tidak ragu dalam mengendalikan mereka (anak). Orang tua seperti ini bersikap rasional dan selalu mendasari tindakannya pada pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak. Mereka tidak berharap lebih pada kemampuan yang dimiliki anak.

Orang tua yang demokratis juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih. Mereka juga membebaskan anak dalam memutuskan suatu tindakan. Apabila hendak menasehati, orangtua yang demokratis selalu melakukannya dengan pendekatan yang hangat. Pada tahap ini anak tertarik pada hal baru, dan cenderung bosan pada sesuatu yang monoton.

Demokratis yang dimaksud disini membuat orang tua harus memperkuat dalam memberi sebuah alasan yang logis pada setiap aturan yang diberikan pada sang anak, jadi tidak terkesan asal suruh. Pola asuh demokratis juga memungkinkan anak bebas tapi tetap bisa bertanggungjawab.

Pola asuh yang baik harus diterapkan sejak usia dini. Pola asuh yang baik juga memiliki beberapa pokok yang perlu diperhatikan agar pola asuh anak menjadi efektif.

1.      Ayah dan ibu (orang tua) harus kompak

Maksudnya, orang tua disini harus sesering mungkin berdiskusi mengenai tumbuh kembangnya sang anak. Tetapkan nilai-nilai dalam keluarga secara bersama. Diskusikan setiap kebutuhan tumbuh kembang anak Anda. Ayah dan Ibu harus sependapat dan sejalan dalam mendidik anak. Jangan sampai salah satu berkata boleh dan yang satunya berkata tidak.

Jadi, dengan memperlihatkan keadaan yang seperti itu sang anak akan merasa ada tempat mengadu jikalau dia berbuat kesalahan (akan ada yang membelanya). Untuk itu, kekompakan pada ayah ibu juga melatih anak untuk baik secara lingkungan berkelompok dan kemampuan kerja sama dengan orang lain yang lebih baik.

2.      Orangtua memberikan contoh yang baik

Anak usia dini akan selalu memperhatikan dan mencontoh apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Agar anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang baik maka berikan dan perlihatkan pula contoh yang baik di hadapan mereka.

Seperti ajarkan anak tentang perilaku mana yang seharusnya dicontoh dan mana tidak seharusnya dicontoh. Dan berikan pujian atas tindakan anak yang baik dan diskusikanlah dengan anak apabila dia bertindak tidak baik. Berikan pemaparan yang bisa dimengerti dengan mudah agar anak tidak mengulangi hal tersebut lagi. 

3.      Komunikasi efektif

Pola Asuh Anak Usia Dini yang efektif juga bertumpu pada komunikasi yang efektif. Komunikasi adalah kunci utama dari setiap hubungan. Komunikasi yang intensif dan efektif membantu perkembangan anak dari segi sosialnya.

Semakin sering orang tua berkomunikasi dengan anak, maka anak akan merasa lebih percaya diri, lebih ceria, serta dapat mempengaruhi kecerdasan anak. Lakukanlah berkomunikasi dengan cara sesering mungkin melalui menceritakan apa yang dilakukan di sekolah, melatih anak memberikan pendapat tentang hal hal di sekitarnya, ataupun saling tukar pertanyaan terbuka agar anak aktif bercerita.

4.      Disiplin

Kedisiplinan sangat dibutuhkan dalam mengasuh anak. Orang tua bisa mengajarkannya dari hal-hal kecil seperti merapikan mainannya setelah digunakan, membersihkan tempat tidur, menaruh barang pada tempatnya dengan rapi, atau lainnya. Pola disiplin ini sesuai dengan tahap usia anak. Penerapan pola disiplin membentuk anak untuk menjadi pribadi yang mandiri. 

5.      Orang tua harus konsisten

Orang tua harus konsisten terhadap penjelasan yang diberikan pada anak. Misalnya apabila batuk tidak boleh minum es. Namun ketika tidak batuk anak diperbolehkan minum es sebanyak apapun. Berikan penjelasan yang sesuai sehingga dalam beberapa situasi sebagai orang tua tidak perlu mencari alasan- alasan lain untuk anak bisa mengerti.

Maka dari itu, berikan penjelasan yang akurat dan dapat dimengerti oleh anak. Dalam beberapa situasi yang sama, pada akhirnya anak akan mengerti dan bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak tanpa harus memaksakan diri.

6.      Berdasarkan agama yang dianut

Agama merupakan pedoman hidup setiap umat yang wajib diajarkan sejak dini. Agama mengajarkan kebaikan dan pembentukan karakter berdasarkan agama baik untuk membentuk anak. Agama mengajarkan akan Tuhan, surga, dan neraka. Pemahaman dasar itu akan membentuk anak memiliki rasa takut untuk berbuat hal yang buruk karena takut masuk neraka. Sebaliknya perbuatan baik akan membawanya ke surga sehingga anak akan berlomba-lomba melakukan kebaikan. 

7.      Ajarkan anak untuk selalu senang dalam berbagi

Mengajarkan cara dan manfaat berbagi dengan orang lain juga perlu ditanamkan sejak dini agar anak tumbuh dengan tidak egois dan juga memperdulikan orang lain. Kepuasan akan berbagi perlu dirasakan oleh anak menjadi suatu hal yang membawa kebahagiaan bagi dirinya maupun orang lain.

 

Daftar bacaan

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-luar-sekolah/article/download/19563/17881

https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/piaud/article/download/451/193

https://media.neliti.com/media/publications/81838-ID-peran-pola-asuh-demokratis-orangtua-terh.pdf

http://repository.iainpurwokerto.ac.id/.pdf

https://lifestyle.kompas.com/read/2013/04/29/15433449/~Psikologi

Sabtu, 11 September 2021

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Program Pendidikan Luar Sekolah

 

Disusun oleh :

Irma Nurhalizah

19005065

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

    Universitas Negeri Padang    

 

Hallo Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Okay sobat semuanya semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal'alamin. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas materi mengenai Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Memanfaatkan TIK Untuk Program Pendidikan Luar Sekolah. Yuukk kita kenali materinya dan belajar bersama..

Sebelumnya mari kita kenali terlebih dahulu Apa yang dimaksud dengan Sumber Daya Manusia (SDM)?. Jadi yang dikatakan dengan Sumber daya manusia itu adalah manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi yang berfungsi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. 

Untuk itu, lagi dan lagi kita membahas tentang Teknologi, tak dapat dipungkiri bahwasanya Perkembangan teknologi memang tidak bisa dicegah, tapi masalah yang utama adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dan mengarahkan anak didik (peserta didik) pada pemanfaatan yang lebih baik. Pengembangan SDM pada era global hendaknya lebih diutamakan, karena pada kurun waktu tersebut penerapan teknologi yang super canggih ini telah merasuki dalam segala sisi kehidupan manusia. Kalau kita tidak mengantisipasinya, maka posisi manusia akan tergeser. Jumlah tenaga kerja yang besar tidak memperoleh kesempatan, persaingan makin ketat karena lapangan kerja yang tersedia lebih banyak diisi oleh mesin-mesin/robot yang secara nyata lebih praktis dan efisien dibanding tenaga manusia.

Perubahan secara besar-besaran pada era global ini, pembangunan manusia dihadapkan pada permasalahan yang pelik dan dilematis (mengalami dilema). Di satu sisi kita berupaya melakukan industrialisasi dengan mengaplikasikan berbagai teknologi mutakhir, padahal telah nyata diketahui bahwa konsekuensi penerapan mesin dan berbagai teknologi lainnya akan semakin mengurangi kesempatan kerja manusia (terutama tenaga kerja unskilled). 

Sementara itu di sisi lain kita dihadapkan pada masalah kependudukan (jumlah penduduk yang besar) yang belum termanfaatkan secara efektif, sehingga keberadaan penduduk ini berada pada titik kritis sebagai beban pembangunan. Masalah penduduk Indonesia pada saat ini, semestinya bukan pada bagaimana menciptakan penduduk dari beban menjadi modal pembangunan, tetapi bagaimana menciptakan manusia yang sama menjadi modal yang lebih berkualitas.

Untuk itu, Perkembangan teknologi memang akan selalu pesat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Keadaan demikian tidak bisa kita hindari sebagai seorang pendidik. Bukan berarti kita harus resisten merespon keadaan ini, melainkan kita harus kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi agar pembelajaran pun tidak lagi monoton dan konservatif. 

Dengan kehadiran teknologi dan komunikasi (ICT) memberikan tantangan dalam dunia pendidikan, peserta didik lebih tertarik mempelajari ICT dibandingkan materi pembelajaran lainya, peserta didik bahkan rela berjam-jam di depan komputer untuk mengakses internet dan mencari informasi yang tidak bisa didapatkan di sekolah. Fenomena seperti ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah yang besar bagi dunia pendidikan untuk bisa mengadopsi dan melakukan inovasi pembelajaran.

Dapat disimpulkan bahwa kesiapan SDM dalam memanfaatkan TIK untuk program Pendidikan Luar Sekolah ialah masih terbata-bata dalam artian masih syok dengan kegencetan dari perkembangan teknologi ini dan terkait sasaran dari program Pendidikan Luar Sekolah yang telah ditentukan. Maksudnya masih merupakan sebagai suatu tantangan dalam proses pembelajaran, yaitu dengan kehadiran ICT dalam dunia pendidikan maka peserta didik dituntut untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis dan sehingga menjadikan siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok). Dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup di masyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat.

 

Semoga Bermanfaat..

Selasa, 07 September 2021

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

 TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN


Disusun oleh :

Irma Nurhalizah

19005065

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

    Universitas Negeri Padang     

 

         

        Hallo Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Okay sobat semuanya semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah, Aamiin Ya Rabbal'alamin. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas materi mengenai TIK sebagai Sarana Komunikasi Dengan Kelompok Sasaran. Yuukk kita kenali materinya dan belajar bersama..

TIK saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari baik bagi orang banyak dan termasuk bagi penulis sendiri. Karena kita hidup di dunia digital yang terus berkembang. Untuk itu peranan dan manfaat TIK berdampak pada setiap aspek kehidupan kita, mulai dari bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga bermain. Nah Era digital telah mengubah cara orang berkomunikasi, berjejaring, mencari bantuan, mengakses informasi, dan bahkan dalam proses belajar mengajar.    

 

1.    Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan

Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang merupakan sarana pembinaan dan pengembangan karir serta salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pelatihan merupakan suatu bentuk bantuan dalam proses pembelajaran yang terorganisir dan sistematis dengan jangka waktu yang relatif singkat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan yang sifatnya praktis guna mencapai tujuan tertentu. 

Program pelatihan merupakan program yang menekankan pada keterampilan. Oleh karna itu, sangat memungkinkan untuk mendorong penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program pelatihan, karena dengan adanya TIK maka proses pembelajaran maupun dalam mengakses berbagai ide akan lebih cepat didapatkan. Misalnya, ada seorang warga yang mengikuti program pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK). Dengan itu seseorang tersebut dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya dan melalui TIK dapat menimbulkan ide-ide yang lebih kreatif sehingga teringat olehnya untuk mengpublish kegiatannya seperti misalnya ia menggunakan sosial media salah satunya seperti instagram. Nah dengan begitu orang lain bisa mengetahui apa dan bagaimana kegiatan pada program pelatihan BLK tersebut.

Seperti hal lainnya yaitu dengan kondisi seperti sekarang seorang pelatih juga dapat melakukan berbagai cara agar tidak hanya membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun peserta pelatihan juga bisa belajar dimana saja mereka berada. Nah dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, dan untuk mencari tahu informasi apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

 

2.    Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses untuk meningkatkan kemampuan atau kapasitas masyarakat dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang tersedia dilingkungannya agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Namun upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas untuk meningkatkan kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga untuk membangun jiwa kemandirian masyarakat agar berkembang dan mempunyai motivasi yang kuat dalam berpartisipasi dalam proses pemberdayaan.

Dalam hal ini, kita bisa menggunakan TIK untuk menambah ilmu pengetahuan seperti : mencari informasi tentang apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan TIK misalnya melalui google maka sedikit tidaknya kita akan mendapatkan informasi, dengan itu kita bisa membandingkan juga dengan buku yang telah kita pelajari sebelunya, dari situ kita bisa menyimpulkan dari yang kita peroleh tersebut.


3.    Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Penyuluhan atau Layanan Masyarakat

Penyuluhan ialah usaha dalam memberikan arahan kepada seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya terlebih dahulu dan mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut terlebih dalulu. Namun sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu langsung untuk melakukan penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara langsung tanpa harus tatap muka. Misalnya dalam progaram gizi buruk, kita bisa memberikan sesuatu seperti sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet, yang mana nanti akan dibaca oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan peyuluh dan tidak perlu mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan penyuluhan.

Untuk dapat mendapatkan hasil yang optimal dalam pemanfaatan Teknologi informasi dan komunikasi di masyarakat pedesaan diperlukan strategi yang tepat dalam merencanakan pembangunan didaerah. Tiap wacana yang menggunakan TIK dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa mensyaratkan para perencana pengembangan TIK untuk dapat mendefinisikan unsur-unsur penunjang yang esensial untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dan harus diakui bahwa Implementasi TIK akan dapat membawa dinamika tersendiri seperti mengubah dinamika permasalahan, misalnya, dapat saja diperoleh hasil yang tidak pernah diharapkan, tetapi ternyata justru lebih baik daripada yang diharapkan. Hal itu terjadi saat masyarakat menerapkan teknologi sesuai kebutuhannya sendiri, yang mungkin tidak direncanakan oleh perencana pembangunan. Hal seperti itu justru baik, menandakan keberhasilan intervensi dalam menanggapi kebutuhan sosial.

 

4.    Penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

Pendidikan Kesetaraan merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal. Menurut UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang, diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan disebut dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Cukup banyak masyarakat awam yang mengira, seorang peserta didik cukup melakukan pendaftaran ujian Pendidikan Kesetaraan untuk mendapatkan ijazah. Pendidikan kesetaraan dilaksanakan dalam sistem tingkatan dan derajat yang setara dengan sistem kelas dalam pendidikan formal. Salah satunya Program Paket C setara dengan SMA. Penggunaan TIK dalam pembelajaran program kesetaraan untuk program paket C setara SMA yaitu telah menggunakan dan memanfaatkan komputer sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam mengasah kemampuan (skill) peserta didik terhadap ilmu pengetahuan yang telah dipelajari.


SUMBER :

https://www.kanalinfo.web.id/pengertian-pendidikan-dan-pelatihan-diklat

http://repository.upi.edu/20501/5/S_PLS_1001655_Chapter2.pdf

https://netri938821284.wordpress.com/2018/02/21/tik-sebagai-sarana-komunikasi-dengan-kelompok-sasaran/

http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/931/5/128320303_file5.pdf

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jtev/article/view/106832

PENDIDIKAN KELUARGA

  Implementasi Pola Asuh Orang Tua Demokratis Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini   Pola asuh anak merupakan suatu proses yang dituju...